Event Green International Xtreme Adventure (GIXA) Offroad 2104 berlangsung selama tiga hari, melintasi hutan belantara Sumut, dan Finish di dataran tinggi Tanah Karo, Minggu (17/8). 60 unit kendaraan ikut serta, termasuk 8 unit dari Aceh.
Event ini sebagai bagian dari kegiatan merayakan HUT RI komunitas Offroad, yang diikuti oleh tiga pengda, yakni Aceh, Sumut dan DKI Jakarta. “Yang daftar 60, namun hanya 24 yang berhasil melintasi seluruh trek yang disiapkan panitia,” ujar Ipay, salah seorang peserta dari Aceh.
Trek dirancang dan disurvey oleh master trek offroad nasional, yang juga perancang trek untuk gelaran Indonesian Offroad Expedition (IOX), Syamsir Alam dan Agus Salim. Para peserta umumnya dari Sumatera Utara sendiri, DKI Jakarta, dan delapan unit dari Aceh.
Tim IOF Pengda Aceh mengirim dua Toyota Hi-Lux langsung dari Banda Aceh, 6 lainya berbagai jenis kendaraan offroad mulai Toyota FJ40/BJ40, Daihatsu Taft hingga Suzuki Jimny, dari Langsa (klub Xtreme), Tamiang ( Torax)dan Banda Aceh (Ipay dan Kutaraja Rescue).
“Kita melakukan hening cipta di 2000 mdpl dataran Tinggi Karo saat finish, setelah menyelesaikan trek yang cukup entreem di wilayah Sumatera Utara,” ujar Bo-Ard, salah satu peserta dari Pengda IOF Aceh. Para peserta offroad Aceh mampu menyelesaikan rintangan tanpa masalah berarti pada kendaraan, maupun fisik peserta. “Kita ingin GIXA 2015 berlangsung di Aceh,” ujar Saiful, atau Pol Langsa dari klub Extreem.
Usul itu tampaknya diterima, sehingga rencana GIXA 2015 akan bermula dari Langsa-Tamiang-Pulau Tiga-Lesten-Pining-Gayo Lues-Kutacane-Kabanjahe-Brastagi dan Finish di Medan. Waktu tempuh diperkirakan akan lebih lama, antara 1-2 minggu karena trek yang lebih berat. “Syaratnya harus mencapai wilayah ketinggian dan hutan hijau, sambil kita melakukan observasi hingga penghijauan di beberapa lokasi yang mungkin sudah rusak,” ujar Syamsir Alam. Tokoh offroad nasional ini mengatakan, sesuai judulnya, GIXA harus berwawasan lingkungan dan menjaga kelestarian hutan, sambil menikmati alam yang masih asri, katanya.
Sumber : Harian Aceh
Medan - Event adventure offroad Green International Xtreme Adventure (GIXA) yang digelar mulai Kamis hingga Minggu (14-17/8) dengan start dari Medan dan finish di Kab. Tanahkaro merupakan kegiatan petualangan yang dibarengi aksi penghijauan.
Pembina Indonesia Offroad Indonesia (IOF) Sumut Doddy, mengatakan di Medan, Selasa (12/8), GIXA merupakan event offroad roda empat dan dua yang diikuti peserta-peserta asal Sumut dan juga dari P. Jawa serta Aceh. Kegiatan ini, sebut Doddy, digelar IOF Sumut dan klub-klub dibawah naungan bersama Expedition Trail Mania (XTrim) Indonesia, dengan start dari XTrim Shop di Jl. Ring Road Medan dan finish di Puncak 2000, Kabanjahe, Kab. Tanahkaro.
"Kegiatan GIXA yang kita gelar ini memadukan petualangan offroader membelah hutan belantara dibarengi kegiatan penghijauan berupa penanaman pohon. Selain itu bertujuan untuk meningkatkan event offroad di Sumut yang tentunya akan meningkatkan minat pariwisata di daerah ini, karena banyaknya peserta luar yang datang," sebut Doddy, yang juga Ketua Umum XTrim Indonesia ini.
Disebutkan, event GIXA sedikit berbeda dari even yang biasanya, karena dikemas untuk meningkatkan peran serta dalam aksi penghijauan. "Setiap peserta mobil GIXA diwajibkan membawa enam pohon. Sedangkan untuk sepeda motor harus membawa tiga pohon untuk ditanam pada jalur yang dilalui. Selain itu, sesuai tema hijau yang diusung, setiap kendaraan juga diwajibkan membawa kantong sampah sebagai tempat bagi peserta membuang sampah. Dan sampah tersebut hanya boleh dibuang pada tempat yang telah ditentukan sebagai tempat pembuangan sampah. Setiap pelanggaran atas aturan akan dikenakan penalti" papar Doddy.
"Begitupun, kegiatan GIXA ini tetap berstandar internasional baik dalam hal mobil dan motor serta regulasinya," tandas Doddy.
Ketua Panpel Said Hussein didampingi Sekretaris Husni Thamrim menyebutkan, para peserta nantinya akan melintasi hutan-hutan di kawasan Kab. Deliserdang dan Tanahkaro. Di antara peserta yang ikut, sebutnya, terdapat offroader andal asal P. Jawa Syamsir Alam, dan juga artis Bucek Depp. "Rencananya peserta akan dilepas Wali Kota Medan Drs. HT Dzulmi Eldin, S, MSi pada Kamis pagi," tandas Husni Thamrin.
![]() |
| LEPAS START: Walikota Medan Drs. HT Dzulmi Eldin S MSi didampingi Pembina IOF Sumut Doddy melepas start peserta GIXA 2014 dari Medan, Kamis (14/8). |
Medan - Walikota Medan, Drs. HT Dzulmi Eldin S MSi menyatakan apresiasi atas terselenggaranya event petualangan Green International Xtreme Adventure (GIXA) 2014 yang berlangsung Kamis (14/8) hingga Minggu (17/8), di Medan dan Tanah Karo.
Dzulmi Eldin menyatakan hal ketika memberi kata sambutan para acara seremonial start di halaman XTrim Shop, Jl. Ring Road, Medan Kamis (14/8) kemarin. Apresiasi dan dukungan pantas diberikan atas kegiatan yang digelar IOF ini, sebagai salah satu kegiatan positif untuk menjalin kebersamaan, di mana offroad sudah tidak asing lagi di Sumut sebagai kegiatan melintasi alam.
"Pemko tentu mendukung sepenuhnya kegiatan yang positif ini, di mana akan menjadi pengalaman baru bagi peserta luar yang baru pertama kali datang untuk melihat keindahan alam Bukit Barisan," ungkap Wali Kota.
Disebutkan Eldin, apa yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dalam rangka mencintai alam. Dan berharap nantinya, lewat kegiatan ini juga dapat ikut melestarikan hutan-hutan yang sudah ada.
Kegiatan GIXA digelar Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengda Sumut dan klub-klub di bawah naungan, bersama komunitas Expedition Trail Mania (XTrim) Indonesia, melintasi hutan-hutan dengan rute Medan menuju Puncak 2000 di Kabanjahe, Kabupaten Karo.
Pembina IOF Sumut Doddy menyebutkan, event GIXA dikemas secara swadaya oleh peserta dan tanpa sponsor. Kegiatan ini, sebut Doddy, terinspirasi dari event terkenal IOX (Indonesia Offroad Expedition) yang digelar IOF setiap tahunnya di hutan-hutan P. Sumatera. "Kegiatan ini, semata untuk hobi dan sekaligus mencoba mengangkat potensi pariwisata di Sumut. Bedanya, GIXA dibarengi aksi penghijauan dan setelah event akan ada bakti sosial," ucap Doddy.
"Kita ingin hal ini menjadi awal yang penuh semangat dan mudah-mudahan akan berlanjut tahun depan dengan lebih ramai lagi. Dan meski sebagai event adventure lintas alam, semua peserta harus tetap menunjukkan etika dan sopan santun saat berlalu lintas di jalan raya," pesan Ketua Umum XTrim Indonesia ini.
Ketua Panpel Said Hussein dalam laporannya, mengatakan, event diikuti 22 peserta roda empat dan delapan roda dua, termasuk dari P. Jawa diantaranya Syamsir Alam serta Martinus dari IOF Pusat dan juga aktor Bucek Depp.
Kegiatan ini adalah wadah kebersamaan, sesuai tema event. D an salah satu wujud kebersamaan tersebut adalah, setiap peserta roda empat bersedia menjadi titipan barang peserta roda dua. "Jadi, peserta roda empat wajib membantu peserta roda dua dalam hal membawa barang-barang yang sulit dibawa sepeda motor," sebut Said.
"Peserta juga yang diwajibkan membawa bibit pohon serta tempat sampah selama event. Selanjutnya, selama empat hari akan melintasi jalur offroad membelah hutan Tanah Karo menuju Puncak 2000. Diperkirakan peserta mencapai finish pada Minggu (17/8) sore," tandasnya.
Sumber : Medan Bisnis
MEDAN - Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin MSi, mengapresiasi Green International Xtreme Adventure (GIXA) 2014 yang dilangsungkan Indonesia Offroad Federation (IOF) pada 14-17 Agustus ini. Demikian sambutan Eldin para acara seremonial start di halaman XTrim Shop, Jl Ring Road Medan, Kamis.
"Pemko Medan tentu mendukung sepenuhnya kegiatan yang positif ini. Apalagi, akan menjadi pengalaman baru bagi peserta luar provinsi yang baru pertama kali datang untuk melihat keindahan alam Bukit Barisan," jelas Eldin.
Menurut Wali Kota Medan, kegiatan ini dalam rangka mencintai alam, sehingga dapat ikut melestarikan hutan-hutan yang sudah ada. GIXA 2014 digelar Pengda IOF Sumut dan klub-klub di bawah naungan bersama komunitas Expedition Trail Mania (XTrim) Indonesia, melintasi hutan-hutan dengan rute Medan menuju Puncak 2000 di Kabanjahe, Tanah Karo.
Pembina IOF Sumut, Doddy, mengklaim GIXA dikemas secara swadaya oleh peserta dan tanpa sponsor. Kegiatan ini terinspirasi dari event terkenal IOX (Indonesia Offroad Expedition) yang digelar IOF setiap tahunnya di hutan-hutan Pulau Sumatera.
"Selain hobi, kegiatan ini sekaligus mencoba mengangkat potensi pariwisata Sumatera Utara. Bedanya, GIXA dibarengi aksi penghijauan dan setelah event akan ada bakti sosial," tambah Doddy, yang juga Ketua Umum XTrim Indonesia.
Ketua Panpel, Said Hussein, mengatakan GIXA 2014 diikuti 22 peserta roda empat dan delapan roda dua, termasuk dari Pulau Jawa seperti Syamsir Alam serta Martinus dari IOF Pusat dan juga aktor Bucek Depp. "Peserta roda empat wajib membantu peserta roda dua dalam hal membawa barang-barang yang sulit diangkut sepeda motor. Peserta juga diwajibkan membawa bibit pohon serta tempat sampah selama kegiatan,” sebut Said.
Sumber : Waspada
Medan - Event Green International Xtreme Adventure (GIXA) yang digelar IOF dan klub-klub di bawah naungan XTrim Indonesia sejak Kamis hingga Minggu (14-17/8), akan diikuti offroader dari Sumut, Jawa dan Aceh.
Mengambil start dari Medan (depan XTrim Shop Jl Gagak Hitam) dan finish di Puncak 2.000 Kabanjahe Kab. Tanah Karo ini merupakan event adventure offroad yang memadukan roda empat dan roda dua dibarengi aksi penghijauan.
Pembina Indonesia Offroad Indonesia (IOF) Sumut Doddy, mengatakan hal tersebut di Medan, Rabu (13/8).
“Event ini memadukan petualangan para offroader membelah hutan belantara dibarengi kegiatan penghijauan berupa penanaman pohon. Selain itu bertujuan untuk meningkatkan event offroad di Sumut yang tentunya akan meningkatkan minat pariwisata di daerah ini,” sebut Doddy, yang juga Ketua Umum XTrim Indonesia ini.
Disebutkan, event GIXA sedikit berbeda, karena dikemas untuk meningkatkan peran serta dalam aksi penghijauan, setiap mobil diwajibkan membawa enam pohon. Sedangkan sepeda motor harus membawa tiga pohon. “Kegiatan GIXA ini tetap akan memenuhi standar internasional dalam regulasi, maupun mobil dan motor,” tandas Doddy.
Ketua Panpel Said Hussein didampingi Sekretaris Husni Thamrin menyebutkan, diiantara peserta yang ikut, terdapat offroader andal asal P. Jawa Syamsir Alam, dan juga artis Bucek Depp. “Rencananya peserta akan dilepas Wali Kota Medan Drs. HT Dzulmi Eldin, S, MSi pada Kamis pagi,” tandas Husni Thamrin.
Ketua IOF Aceh, Fouzi Muhammad mengatakan, kedua unit kendaraan off-roader yang diberangkatkan ke even GIXA Sumut telah disiapkan sejak jauh-jauh hari untuk mengikuti berbagai even adventure tingkat nasional.
Menurut Fouzi, untuk kegiatan GIXA Sumut, Pengda IOF Aceh memberikan dukungan sepenuhnya termasuk dari pihak PT Dunia Barusa. GIXA merupakan even yang digagas oleh IOF Sumut bersama klub-klub yang ada dan terdaftar di IOF Sumut. Kegiatan yang bersifat pertualangan off-roader ini dirancang untuk semua peminat kendaraan berpenggerak empat roda dan roda dua (motor) baik off-roader nasional maupun internasional.
Secara nasional, para off-roader yang mengikuti even GIXA lebih ditekankan pada aspek wisata alam, penghijauan, sosial, budaya, dan sejarah bangsa Indonesia. Even yang akan berlangsung setiap tahun itu menjelajahi berbagai lokasi berbeda di berbagai pulau di indonesia. Untuk tahun ini, even GIXA Sumut mengambil tema "Jalin Kebersamaan , Kuatkan Persahabatan, dan Ikat Persaudaraan".
"Pengda IOF Aceh berterima kasih atas undangan dari Pengda IOF Sumut dan diharapkan semakin memperkuat silaturrahmi di antara dua Provinsi bertetangga di ujung barat Sumatera." kata Fouzi.
Even GIXA Sumut berlangsung dari 14 sampai 17 Agustus 2014 dengan mengambil rute atau track di kawasan Tanah Karo dan sekitarnya.Kegiatan ini juga mengambil misi penghijauan, di mana setiap peserta diwajibkan membawa bibit pohon sebagai bukti IOF peduli terhadap kelestarian alam.
Sumber : Serambi Indonesia
"Pengda IOF Aceh berterima kasih atas undangan dari Pengda IOF Sumut dan diharapkan semakin memperkuat silaturrahmi di antara dua Provinsi bertetangga di ujung barat Sumatera." kata Fouzi.
Even GIXA Sumut berlangsung dari 14 sampai 17 Agustus 2014 dengan mengambil rute atau track di kawasan Tanah Karo dan sekitarnya.Kegiatan ini juga mengambil misi penghijauan, di mana setiap peserta diwajibkan membawa bibit pohon sebagai bukti IOF peduli terhadap kelestarian alam.
Sumber : Serambi Indonesia





